Selasa, 01 Januari 2008
Hakekat Nafsu
Saat nafsu tertekan ia seperti "tidur" dan rohani mendapatkan kebahagiaan. Saat nafsu lepas ia seperti "buas" dan rohani merana. Saat nafsu memberontak ia seperti "penuntut" dan rohani seperti berperang. hakekat nafsu adalah sangat negatif. Karena negatif, ia disuruh beriman dan beramal shalih. Hakekat Nafsu adalah kesombongan, ketidakikhlasan.
Jagalah Rohani!
Pada dasarnya kerja rohani adalah menekan hawa nafsu sampai ke titik terendah untuk mewujudkan 3 tugas manusia di muka bumi.
Rohani menekan nafsu untuk tidak mencintai sedikitpun duniawi melalui akhlak mulia dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Musuh akhlak mulia adalah segala perbuatan maksiat.
Rohani menekan nafsu untuk mau menanggung penderitaan dalam menyembah Allah melalui zikir (sholat dan ibadah lainnya) dalam rangka beribadah kepada Allah. Musuh zikir adalah lupa.
Rohani menekan nafsu untuk mau berdakwah, tabligh dan jihad melalui kasih sayang Allah dalam rangka beramal shalih karena Allah. Musuh kasih sayang adalah dengki dan sombong.
Rohani menekan nafsu untuk tidak mencintai sedikitpun duniawi melalui akhlak mulia dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi. Musuh akhlak mulia adalah segala perbuatan maksiat.
Rohani menekan nafsu untuk mau menanggung penderitaan dalam menyembah Allah melalui zikir (sholat dan ibadah lainnya) dalam rangka beribadah kepada Allah. Musuh zikir adalah lupa.
Rohani menekan nafsu untuk mau berdakwah, tabligh dan jihad melalui kasih sayang Allah dalam rangka beramal shalih karena Allah. Musuh kasih sayang adalah dengki dan sombong.
Esensi Hidup
Esensi Hidup adalah Iman. Manusia tanpa iman adalah mayat. Namun manusia dengan Iman menghadapi pertentangan antara hawa nafsu dan Rohani. Jika rohani anda dalam kondisi terjajah oleh Nafsu maka ada dua kemungkinan kejadian, pertama Anda semakin terjajah, atau anda kembali kepada kekuasaan Rohani. Gunakanlah kebaikan diri kamu yang masih tersisa karena sebagian besar telah tertutup oleh dosa. Kebaikan itu akan mengeluarkan anda dari kegelapan! lakukan terus kebaikan itu sampai akhirnya DIA melihat kebaikanmu itu karena ikhlasmu. Allah akan menunjukkan jalan terang yang selanjutnya anda mesti ikuti jika tidak mau dalam kegelapan lagi. Anda sebenarnya akan mengalami jalan yang terjal dan mendaki, penuh susah payah! keihklasan anda lah yang jadi satu-satunya bekal dan senjata menuju keridhoan Allah! temukan diri anda di dalam perjalanan penuh keihklasan...Amiinn.
Maya versus Nyata
Nafsu dialah yang Maya ! dan Rohani yang sesungguhnya Nyata! Dan Allah yang Maha Nyata! Yang Menyatakan yang Nyata! yang me-Mayakan yang Maya! Keduanya saling mengalahkan dan berperang dalam satu wadah yaitu manusia. Manusia yang Kalah dan manusia juga yang menang! setiap saat posisi Maya dan Nyata berubah! berhati-hatilah! berbuat Ikhlaslah!
Yang Nyata itu Maya dan yang Maya itu Nyata!
Dunia ini tempat dua hal yang tidak bisa disatukan, namun kemanapun manusia berjalan, mereka selalu mengikuti. Ialah yang Maya dan yang Nyata. Manakah yang nyata dan manakah yang maya? satu saat yangNyata menjadi Maya, dan yang Maya sesungguhnya Nyata! Apa yang menyelamatkan manusia dari tipu muslihat Yang Maya dan yang Nyata? Yang tertipu adalah yang salah menyaksikan yang Nyata padahal sesungguhnya Maya! Tidak ada yang bisa menipu manusia yang sudah mengetahui mana yang Nyata dan Mana yang sesungguhnya Maya !
Sabtu, 29 Desember 2007
Fiqih, tasawuf, dan mahzab itu cuma nama!
Sebutan fiqih , tasawuf, dan mahzab tidak ada dalam Alquran dan Sunnah. Dua kalimat syahadat pun hanya terdapat dalam Sunnah dan tidak ada dalam Alquran. Ini suatu kenyataan bahwa manusia telah terperangkap dan terkotak-kotak oleh perbuatan mereka sendiri. Memang isi fiqih, tasawuf dan mahzab adalah mengacu kepada Alquran dan Sunnah, namun semua itu tidak bisa menggantikan Alquran dan Sunnah itu sendiri. Sungguh yang bisa memahami Alquran dan Sunnah hanyalah orang2 yang beriman dan beramal shalih! bukan orang2 yang memahami fiqih, tasawuf ataupun mahzab! Nah kapan seseorang itu dikatakan beriman dan beramal shalih? tentunya bukan mereka yang cukup berkata " aku percaya pada Allah atau aku sudah melaksanakan syariat Islam (puasa, shalat,zakat, da haji). Karena tidak ada satupun definisi dalam Alquran dan Sunnah bahwa orang yang beriman dan beramal shalih adalah yang sudah cukup berkata " aku beriman " dan sudah cukup beramal rukun Islam! Karena itu beriman sesungguhnya adalah perjalanan dan ibadah serta amal shalih adalah objek iman yang maknanya sangat luas seluas kandungan Alquran dan sunnah.
Kamis, 06 Desember 2007
Hakekat Sabar
Hakekat sabar adalah ikhlas. Sabar bukan berarti berdiam diri. tetapi bertindak untuk mendiamkan gejolak hawa nafsu. Sabar adalah peperangan antara rohani dgn hawa nafsu.
Langganan:
Postingan (Atom)