Senin, 24 Maret 2008
Rohani versus Hawa Nafsu
Kehidupan dunia sekarang ini adalah sesungguhnya kehidupan nafsu. Dan Jiwa yang Tenang (rohani) diutus ke dunia ini untuk menguasai nafsu, menjadikannya alas kaki, agar nafsu itu ikut merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, bukan kebohongan dan tipu daya yang diciptakannya sendiri yang merusak tatanan kehidupan, termasuk merusak rohani yang tidak menguasainya dengan sempurna. Caranya dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bercermin agar mendapatkan ikhlas sebagai senjata menundukkan nafsu, dan memperalat nafsu ini sebagai alas kaki kehidupan duniawi dan akhirat.
Hakekat Kematian
Kematian adalah perjalanan kehidupan dari alam dunia ke alam kubur, seterusnya ke alam akhirat. Ia memindahkan manusia dari kehidupan fana, yakni kehidupan amal kepada kehidupan hakekat, yakni kehidupan tanpa amal , baik maupun buruk. Kematian menjadi teman terdekat yang selalu menemani dan memberikan tanda-tanda kedatangannya setiap waktu. Senantiasa mengingat mati berarti menjauhi perbuatan sia-sia apalagi dosa yang sangat disukai hawa nafsu.
Minggu, 24 Februari 2008
Hakekat Tantangan
Dengan berpikir dan dzikir, duniawi ini tidaklah menarik lagi untuk diperebutkan. Ia bukanlah satu tantangan. Tantangan sesungguhnya adalah mengetahui hakikat iman, yang berarti berusaha mengetahui hakekat diri. Uang, jabatan, status, tidak akan memuaskan orang-orang beriman. Orang beriman akan puas jika berusaha memahami dirinya setiap waktu, dan berusaha memenuhi hakekat dirinya, dan menundukkan hawa nafsunya.
Mengendalikan duniawi
Memperkaya diri dgn duniawi adalah kebinasaan karena ia menyibukkan manusia. Memperkaya iman berarti
mengendalikan duniawi karena menjadikan manusia selalu bersyukur apapun yang ia terima.
mengendalikan duniawi karena menjadikan manusia selalu bersyukur apapun yang ia terima.
Sehat itu sakit, sakit itu Sehat
Berbahagialah yang selalu menghadapi sakit, miskin, bodoh, dan takut, buta, tuli, dan lumpuh, Karena
sebenarnya yang sakit dan sengsara adalah hawa nafsunya sehingga rohani mudah menguasainya.
sebenarnya yang sakit dan sengsara adalah hawa nafsunya sehingga rohani mudah menguasainya.
Hakekat Nama
Allah SWT tidak butuh Nama. Yang Butuh NamaNya adalah CiptaanNya. Sebaliknya manusia ditunjukkan oleh Allah tentang Nama-NamaNya agar menjadi cermin dan NamaNya yang Ke-100! Menjadi NamaNya yang ke -100 adalah sebuah perjalanan menuju keikhlasan sempurna, menuju Allah SWT, menuju kehidupan dengan satu alasan , yakni Allah!
Selasa, 01 Januari 2008
Hakekat Rohani
Hakekat rohani adalah nama Allah yang ke-100, karena Rohani adalah Rasul yang senantiasa menaati Allah ( cerminNya). Rasul menerima perintah sedang nafsu melaksanakan (amal). Rohani bertugas memimpin dan menanggung semua amal nafsu, baik maupun buruk. Rohani selalu bercermin kepada Allah yang ada dalam diri manusia sedangkan nafsu selalu menjadikan iblis sebagai kiblat.
Langganan:
Postingan (Atom)