Minggu, 25 Mei 2008

Hawa Nafsu perlu Bukti

Hawa nafsu senantiasa menolak bercermin kepada Allah dengan cara meminta bukti-bukti. Padahal bukti itu ada di dirinya sendiri (rohani). Mengapa? Karena rohani adalah namaNya yang ke - 100 . Kapan benar2 terbukti? Waktu hawa nafsu tak bisa lagi berkuasa, Di saat Mati.

Sabtu, 24 Mei 2008

SEGERALAH BERIMAN!

Segera melaksanakan setiap kebenaran yang didapat tanpa meremehkan yang lain karena waktu tidaklah lama hanya 60 sampai 70 tahun. Waktu yang sangat singkat untuk beriman dan mencapai puncak keikhlasan.

Jumat, 16 Mei 2008

Hakekat Ikhlas

Ikhlas adalah kondisi dimana hawa nafsu dan rohani berada dalam satu garis lurus. Hakekat Ikhlas adalah Syahadat, dan hakekat syahadat adalah Allah (cermin Nya). Untuk itu hawa nafsu manusia dengan dibimbing oleh rohaninya mestilah mengerjakan ibadah dan amal shalih (beriman) dengan penuh keikhlasan. Apabila Ia benar-benar ikhlas maka barulah ia dikatakan Bersyahadat, dan dengan apabila ia terus dengan keadaan bersyahadat sampai akhir hayatnya, maka barulah ia dikatakan mendapatkan hakekat Syahadat , yakni Allah ( cermin Nya). Jika beribadah tapi tidak beramal shalih, atau beramal shalih tapi tidak beribadah, atau berilmu tinggi tetapi tidak beribadah dan beramal shaleh, berarti ia beriman tanpa keIkhlasan. Walaupun keikhlasan itu jarang diterima oleh hawa nafsu, tetap berusahalah terus beribadah dan beramal shalih karena usaha adalah hakekat manusia tanpa merasa lebih benar atau lebih sempurna.

Hakekat Duniawi

Saya pergi pagi pulang malam, saya mesti membiayai diri sendiri. Ternyata menjadi pekerja terikat. Saya hampir mengundurkan diri namun orang tua menjadi kawatir. Saya tetap bekerja sebagai pengabdian pada orangtua dan akhirnya saya berkeluarga atas dasar agama. Dari dulu saya tidak peduli dengan besar penghasilan, hanya bekerja semampunya. Namun saya sadari itu salah, ... Saya lupa bahwa ada yang mesti diprioritaskan. bahwa Allah adalah prioritas, bantu Allah adalah prioritas pertama! Itu yang saya lupa sekali! Untung Allah masih sayang sama saya....

Senin, 24 Maret 2008

Hakekat Akherat

Tak sepatutnya manusia masih memperdebatkan Surga dan Neraka. karena sesungguhnya Surga dan Neraka itu adalah nyata di dalam kehidupan dunia ini, tidak perlu menunggu mati, manusia sudah merasakan keduanya. begitu pula di akhirat nanti, nafsu dan rohani sama-sama merasakan penderitaan ataupun kebahagiaan! hanya beda alam beda waktu dan beda hukum saja. esensinya tetap sama, Allah yang atur itu semua dan manusia menuju padaNya semata!

Rohani versus Hawa Nafsu

Kehidupan dunia sekarang ini adalah sesungguhnya kehidupan nafsu. Dan Jiwa yang Tenang (rohani) diutus ke dunia ini untuk menguasai nafsu, menjadikannya alas kaki, agar nafsu itu ikut merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, bukan kebohongan dan tipu daya yang diciptakannya sendiri yang merusak tatanan kehidupan, termasuk merusak rohani yang tidak menguasainya dengan sempurna. Caranya dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bercermin agar mendapatkan ikhlas sebagai senjata menundukkan nafsu, dan memperalat nafsu ini sebagai alas kaki kehidupan duniawi dan akhirat.

Hakekat Kematian

Kematian adalah perjalanan kehidupan dari alam dunia ke alam kubur, seterusnya ke alam akhirat. Ia memindahkan manusia dari kehidupan fana, yakni kehidupan amal kepada kehidupan hakekat, yakni kehidupan tanpa amal , baik maupun buruk. Kematian menjadi teman terdekat yang selalu menemani dan memberikan tanda-tanda kedatangannya setiap waktu. Senantiasa mengingat mati berarti menjauhi perbuatan sia-sia apalagi dosa yang sangat disukai hawa nafsu.