Senin, 02 Juni 2008
Hakekat Amal Shaleh
Hakekat amal shaleh adalah kasih sayang karena menyembah/beribadah kepada Allah. Manusia Berkasih sayang kepada seluruh alam sebagai usaha menundukkannya kepada Allah baik terpaksa maupun sukarela sebagaimana rohani manusia menundukkan nafsunya. Amal shaleh dilakukan dengan mengajak semua manusia kepada hakekat kebenaran yakni Allah semata baik ia muslim maupun non muslim. Allah menghendaki orang2 beriman beramal shaleh agar ia memahami maksud ibadah kepada Allah ( Cermin Nya) yang telah berkasih sayang kepada makhlukNya.
Esensi Manusia
Manusia terdiri dari Hawa Nafsu ( yang menguasai fikiran) dan Rohani (yang menuruti hati). dan Hati adalah Cermin Nya. Sesungguhnya beruntunglah menjadi manusia ketimbang malaikat, sebab manusia diberi feature USAHA (usahawan), sedangkan malaikat diberi feature STANDARD. Semua kekuatan feature USAHA dan STANDARD ada di tangan DIA. ALLAH adalah CERMIN DIA. Manusia senantiasa berusaha mengenal dirinya, mengenal Allah dan akhirnya menerima tanda-tanda ADA nya DIA. Manusia akan berusaha mengetahui apakah ia benar-benar berkuasa? kaya? berilmu? raja? pemberi? penyayang? pemurah? yang pertama? pemimpin? ideal? Manusia hanya berusaha, DIA lah yang ADA.
Minggu, 25 Mei 2008
Hawa Nafsu perlu Bukti
Hawa nafsu senantiasa menolak bercermin kepada Allah dengan cara meminta bukti-bukti. Padahal bukti itu ada di dirinya sendiri (rohani). Mengapa? Karena rohani adalah namaNya yang ke - 100 . Kapan benar2 terbukti? Waktu hawa nafsu tak bisa lagi berkuasa, Di saat Mati.
Sabtu, 24 Mei 2008
SEGERALAH BERIMAN!
Segera melaksanakan setiap kebenaran yang didapat tanpa meremehkan yang lain karena waktu tidaklah lama hanya 60 sampai 70 tahun. Waktu yang sangat singkat untuk beriman dan mencapai puncak keikhlasan.
Jumat, 16 Mei 2008
Hakekat Ikhlas
Ikhlas adalah kondisi dimana hawa nafsu dan rohani berada dalam satu garis lurus. Hakekat Ikhlas adalah Syahadat, dan hakekat syahadat adalah Allah (cermin Nya). Untuk itu hawa nafsu manusia dengan dibimbing oleh rohaninya mestilah mengerjakan ibadah dan amal shalih (beriman) dengan penuh keikhlasan. Apabila Ia benar-benar ikhlas maka barulah ia dikatakan Bersyahadat, dan dengan apabila ia terus dengan keadaan bersyahadat sampai akhir hayatnya, maka barulah ia dikatakan mendapatkan hakekat Syahadat , yakni Allah ( cermin Nya). Jika beribadah tapi tidak beramal shalih, atau beramal shalih tapi tidak beribadah, atau berilmu tinggi tetapi tidak beribadah dan beramal shaleh, berarti ia beriman tanpa keIkhlasan. Walaupun keikhlasan itu jarang diterima oleh hawa nafsu, tetap berusahalah terus beribadah dan beramal shalih karena usaha adalah hakekat manusia tanpa merasa lebih benar atau lebih sempurna.
Hakekat Duniawi
Saya pergi pagi pulang malam, saya mesti membiayai diri sendiri. Ternyata menjadi pekerja terikat. Saya hampir mengundurkan diri namun orang tua menjadi kawatir. Saya tetap bekerja sebagai pengabdian pada orangtua dan akhirnya saya berkeluarga atas dasar agama. Dari dulu saya tidak peduli dengan besar penghasilan, hanya bekerja semampunya. Namun saya sadari itu salah, ... Saya lupa bahwa ada yang mesti diprioritaskan. bahwa Allah adalah prioritas, bantu Allah adalah prioritas pertama! Itu yang saya lupa sekali! Untung Allah masih sayang sama saya....
Senin, 24 Maret 2008
Hakekat Akherat
Tak sepatutnya manusia masih memperdebatkan Surga dan Neraka. karena sesungguhnya Surga dan Neraka itu adalah nyata di dalam kehidupan dunia ini, tidak perlu menunggu mati, manusia sudah merasakan keduanya. begitu pula di akhirat nanti, nafsu dan rohani sama-sama merasakan penderitaan ataupun kebahagiaan! hanya beda alam beda waktu dan beda hukum saja. esensinya tetap sama, Allah yang atur itu semua dan manusia menuju padaNya semata!
Langganan:
Postingan (Atom)